๐Ÿ“ˆ Proyeksi Imbal Hasil Agrobisnis Kebun Buah
IRR >30%
per tahun. Bagaimana agrobisnis bisa menghasilkan ini dijelaskan di halaman ini

Lahan idle bukan aset diam. Itu beban yang terus jalan diam-diam.

Dibiarkan kosong, lahan besar tetap kena pajak tahunan tanpa hasil, rawan diserobot atau digarap liar kalau tidak dijaga terus-menerus, dan sulit dijual cepat dengan harga wajar dalam skala besar. Lahan yang sama bisa diubah jadi mesin penghasil yang terus naik lewat agrobisnis kebun buah yang benar-benar dikelola dengan sistem, tanpa nambah modal atau nambah luas.

Kebun alpukat produktif
Titik Berangkat

Berkebun tidak membuat siapa pun kaya. Berbisnis di perkebunan itu soal lain.

Banyak yang keliru menyamakan "punya kebun luas" dengan "berbisnis agro". Padahal kebun besar yang dikelola secara tradisional, tanpa analisis usaha, target, atau sistem yang jelas, hampir selalu berakhir rugi atau sekadar jadi hobi mahal. Ada contohnya: kebun buah 30 hektar yang setelah 7 tahun masih harus disubsidi opex lebih dari Rp100 juta/bulan, karena dikelola layaknya kebun akhir pekan, bukan bisnis sungguhan.

โš ๏ธ Berkebun Tradisional / Hobi

  • Tidak ada analisis CAPEX/OPEX/BEP di depan
  • Varietas asal tanam โ€” banyak yang hambar, tidak laku dijual
  • Teknik agronomi ikut-ikutan konten media sosial yang belum tentu benar
  • Hasil naik turun, sering tidak profit walau sudah bertahun-tahun

โœ… Agrobisnis Terstruktur

  • Analisis usaha di depan: modal, biaya, target balik modal, target pasar
  • Varietas unggul teruji, bukan asal tanam
  • Penggunaan pupuk yang tepat, supaya tanah dan tanaman tetap produktif secara jangka panjang
  • Hasil per hektar terus naik setiap tahun, tanpa perlu tambah modal atau lahan
Bukan Cuma di Indonesia

Bahkan miliarder teknologi dunia berlomba jadi pemilik lahan produktif.

๐ŸŒพ

Bill Gates

Pemilik lahan pertanian swasta terbesar di AS, dengan lebih dari 100.000 hektar di 19 negara bagian, senilai US$690 juta lebih.

Sumber: Forbes โ†—
๐Ÿ’ฐ

Warren Buffett

"Orang beli lahan pertanian bukan karena prediksi cuaca tahun depan, tapi karena yakin itu investasi bagus untuk 10โ€“20 tahun ke depan." Buffett menganggapnya investasi yang nyaris tanpa downside.

Sumber: Yahoo Finance โ†—
๐Ÿ„

Mark Zuckerberg

Membangun peternakan dan kebun sendiri di lahan 2.300+ hektar miliknya di Hawaii, investasi pribadi senilai US$300 juta lebih.

Sumber: Robb Report โ†—
Kenapa Alpukat

Alpukat unggul di titik yang paling menentukan: hasilnya bisa terus naik tanpa perlu menambah lahan.

Prinsipnya sederhana: pilih komoditas yang tidak bernyawa, supaya terhindar dari biaya pakan tinggi, risiko wabah, dan harga jual yang dikontrol pemerintah seperti pada ternak, dan bukan tanaman semusim seperti cabai, tomat, atau jagung yang hasilnya flat dan hanya bisa naik kalau luas lahannya ditambah.

KomoditasHasil per luas tetapBiaya rawatRisiko utama
Ternak (ayam/sapi/babi)Flat, tergantung pakanTinggi (pakan)Wabah, harga dikontrol pemerintah
Tanaman semusim (cabai, tomat, jagung)Flat โ€” naik harus tambah lahanSedangHarga panen fluktuatif tajam
Kelapa sawitStagnan (3โ€“4 tandan/th), replanting 25 thNaik (pupuk kimia intensif)Opex naik seiring usia pohon
Alpukat (sistem terstruktur)Naik terus per tahun, lahan tetapRendah & menurun relatifPerlu varietas & teknik yang tepat
๐Ÿ’ก Dibanding tanaman semusim seperti jagung yang harus mengeluarkan modal dan tenaga untuk tanam ulang setelah gagal panen, pohon alpukat yang masih sehat tidak perlu ditanam kembaliโ€”lebih hemat modal dan tenaga.

Bagaimana dengan durian? Soal ukuran pasar, bukan soal enak.

Durian dan alpukat sama-sama tanaman buah tahunan yang cocok dengan model "hasil naik terus tanpa tambah modal". Yang membedakan pilihan kami adalah seberapa besar pasar yang benar-benar bisa menyerap hasil panennya, bukan soal rasa mana yang lebih enak.

๐ŸŸก Durian โ€” Pasar Tersaring Berlapis

  • Secara global, pasar durian didominasi China, lalu disusul Asia Tenggara; mayoritas negara lain di dunia nyaris tidak mengonsumsi durian (Rusia, Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah, Afrika)
  • Di Indonesia, hanya sekitar 3% populasi tergolong menengah-atas dengan daya beli untuk durian premium
  • Dari situ tersaring lagi: harus benar-benar suka, dan berani rutin keluar Rp1โ€“3 juta per buah
  • Tersaring lagi oleh faktor kesehatan: kolesterol, gula darah, dan jantung sering membuat dokter membatasi konsumsi durian
  • Hasilnya, pasar yang secara alami sudah kecil sejak awal, walau harga per buah tinggi

๐Ÿฅ‘ Alpukat โ€” Pasar Universal

  • Dikonsumsi hampir di seluruh dunia, lintas negara dan budaya, bukan sekadar pasar niche
  • Dikonsumsi lintas kelas ekonomi, dari pekerja harian sampai kelas atas
  • Dianjurkan dokter untuk dikonsumsi rutin, kebalikan dari durian yang sering dibatasi
  • Permintaan harian yang stabil, tidak mengandalkan momen "musim durian"
๐ŸŒณ Menanam beberapa pohon durian untuk konsumsi sendiri tetap masuk akal. Tapi untuk komoditas utama bisnis, alpukat punya pasar yang jauh lebih besar dan lebih stabil untuk diandalkan.
Sistem Kami

Budidaya berbasis analisis tanah dan varietas teruji, bukan template generik.

Pendekatan kami dikembangkan dari riset dan praktik agrobisnis kebun buah lintas negara yang sudah teruji puluhan tahun, lalu dikombinasikan dengan analisis kondisi tanah spesifik tiap lokasi. Setiap lahan diperlakukan berbeda, tidak dipukul rata dengan template yang sama.

๐ŸŽ“ Sistem kami dibangun dari 30+ tahun jaringan ke Thailand, hasil belajar langsung dari pakar agro yang mengelola sendiri kebun 87 hektar di sana dan kuat baik di teori maupun praktik.
๐ŸŒฑ

Varietas Unggul Teruji

Yang ditanam adalah varietas alpukat premium dari Thailand, bukan bibit sembarangan, supaya harga jualnya tinggi. Entresnya diokulasi ke batang lokal dan diuji di berbagai ketinggian sebelum dijadikan induk massal. Bukan asal tanam.

๐Ÿงช

Analisis Tanah Custom

Formulasi nutrisi makro/mikro, pH, dan agen hayati disesuaikan per lokasi, tidak disamaratakan. Sudah pernah berhasil ditanam di lahan gambut, lahan berpasir bekas tambang, dan berbagai ketinggian berbeda.

Jambu air
๐Ÿ

Tanaman Pendamping

Jambu air ditanam berselang-seling sebagai "umpan" alami hama, mengurangi kebutuhan pestisida sekaligus jadi produk tambahan.

Salak
๐ŸŒต

Pagar Hidup Produktif

Salak ditanam rapat sebagai pagar keliling, jauh lebih murah dari pagar beton, dan sekaligus menghasilkan panen tambahan.

โ™ป๏ธ

Regenerasi Efisien

Setelah puluhan tahun produktif, pohon cukup dipangkas, tidak perlu ditanam ulang. Karena akarnya sudah besar, tunas baru bisa berbuah maksimal hanya dalam 1โ€“2 tahun.

๐Ÿ—บ๏ธ

Teruji di 3 Kondisi Dataran

Tiap varietas diokulasi dan diuji sampai 5 kali panen sekaligus di dataran rendah, menengah, dan tinggi sebelum dijadikan indukan massal. Hasilnya didokumentasikan per lokasi, sehingga varietas yang biasanya cuma cocok di kondisi tertentu tetap bisa disesuaikan perlakuannya di kondisi lain.

Angka & Proyeksi (Skenario Konservatif)

Simulasi dengan asumsi yang sengaja dikecilkan dari kondisi riil.

Angka di bawah ini bukan skenario terbaik. Parameter hasil per pohon dan frekuensi panen sengaja diambil di batas bawah, sementara harga jual memakai rata-rata pasar riil, supaya proyeksi tetap masuk akal meski kondisinya kurang ideal.

Total Modal
Rp 700โ€“800 jt
per hektar, sampai kebun membiayai dirinya sendiri
Balik Modal
4โ€“5 Tahun
estimasi proyek
Laba Bersih Tahun ke-6
ยฑRp 700 jt
per hektar, setara ยฑ100% dari modal
Kepadatan Tanam
250
pohon alpukat / hektar
Harga Tk. Petani/Grosir
Rp 10โ€“35rb/kg
simulasi pakai Rp20rb/kg
โš ๏ธ Angka bersifat proyeksi berdasarkan asumsi yang dapat diubah, bukan jaminan hasil. Gunakan kalkulator di bagian bawah untuk menyesuaikan dengan skenario Anda sendiri.
Seberapa Besar Pasarnya?

Pasar Jabodetabek saja sudah jauh lebih besar dari kapasitas kebun yang ada saat ini.

Ini bukan proyeksi optimis. Hitungannya justru sengaja dikecilkan, supaya gambaran kebutuhan pasarnya tetap konservatif.

Populasi Jabodetabek
ยฑ40 juta
basis perhitungan
Asumsi "Maniak" Alpukat
5%
dari populasi, konsumsi rutin
Konsumsi per Orang
0,5 kg/hari
harga diasumsikan hanya Rp20rb/kg
Estimasi Nilai Pasar
ยฑRp 7,2 T
per tahun, skenario konservatif
๐Ÿ’ฐ Rp7,2 T di atas dihitung pakai harga hanya Rp20rb/kg. Kalau dihitung pakai harga retail konsumen alpukat premium (Rp80โ€“90rb/kg), estimasi nilai pasarnya bisa 4โ€“4,5ร— lebih besar, tembus Rp28,8โ€“32,4 triliun/tahun.

๐Ÿ“ Kebutuhan Lahan โ€” Sistem Kami

ยฑ2.880 hektar

untuk memenuhi permintaan Jabodetabek saja, dengan hasil per hektar sesuai sistem budidaya terstruktur kami.

๐ŸŒ Kebutuhan Lahan โ€” Cara Tradisional

ยฑ28.000 hektar

sekitar 10ร— lebih luas, karena hasil per hektar jauh lebih rendah tanpa sistem budidaya terstruktur.

๐Ÿงฎ Cara hitung: Rp7,2 T (estimasi pasar) รท Rp2,5 M (estimasi hasil bersih/ha/tahun) โ‰ˆ 2.880 ha.

๐Ÿ“Š Kenyataannya, kebun binaan yang sudah berproduksi penuh di atas 100 hektar pun belum ada di Indonesia. Pasarnya jauh lebih besar dari kapasitas produksi yang tersedia sekarang. Itu sebabnya kami terus mengajak pemilik lahan baru bermitra: bukan karena kekurangan lahan sendiri, tapi karena permintaan yang belum terlayani masih sangat besar.
Kenapa Pilih Kami

Sudah mengelola kebun sungguhan dengan hasil terukur, bukan konsultan baru yang coba-coba.

Kepercayaan untuk mengelola lahan Anda kami bangun dari rekam jejak kebun-kebun yang sudah berjalan, bukan sekadar janji.

๐ŸŽฏ

Tingkat Keberhasilan ยฑ99%

Dari ribuan pohon yang ditangani tim kami, hanya sekitar 1% yang gagal tumbuh, jauh di atas rata-rata kebun yang dikelola tradisional.

๐ŸŒณ

Sudah Kelola Ratusan Hektar

Termasuk kebun binaan seluas 200 hektar di Bali yang masih dalam progres penanaman bertahap, plus berbagai proyek lain di Jawa. Ini bukan proyek pertama kami.

โšก

Bukti Kecepatan Panen

Salah satu kebun binaan milik klien di Boyolali sudah berbuah dalam waktu ยฑ1 tahun, lebih cepat dari estimasi standar 2 tahun yang biasa kami sampaikan ke calon mitra.

๐Ÿ‘ท

Efisiensi Operasional Teruji

Contoh kebun binaan 24 hektar di Indramayu hanya membutuhkan 20 tenaga kerja, termasuk koordinator dan admin. Lebih hemat dari rasio standar 1 pekerja per hektar, berkat sistem kerja yang matang.

๐Ÿ“ฆ

Bukan Cuma Menanam, Kami Juga Menjual

Sebagai pengelola, kami bertindak sebagai off-taker: hasil panen dijual langsung ke jaringan pembeli dengan harga pasar riil, bukan cuma menyerahkan hasil tanam ke pemilik lahan untuk dijual sendiri.

๐ŸŒ

Jaringan Pasar Lebih Luas

Pengalaman membangun agrowisata premium yang menarik wisatawan mancanegara, termasuk rombongan turis dari China, menunjukkan jangkauan pasar kami tidak terbatas pada penjualan buah biasa.

Galeri

Dari kebun ke panen

Pemandangan udara kebun binaan berskala besar
Rekaman langsung dari kebun binaan
Pohon alpukat muda yang sudah mulai berbuah
Bandingkan Pilihannya

Jual, sewakan, atau kerjasamakan? Ini yang sebenarnya Anda lepas atau dapatkan dari tiap pilihan.

Bukan soal mana yang "benar", tapi mana yang paling sesuai dengan apa yang Anda kejar dari lahan ini.

๐Ÿ’ธ Jual Lahan

Uang cair sekarang, aset hilang selamanya
  • Kalau dijual sebagai lahan properti, harga yang sampai ke pemilik biasanya jauh di bawah harga pasaran, bahkan developer umumnya hanya mau beli di kisaran 20% dari harga pasaran โ€” karena mereka perlu ruang untuk biaya infrastruktur, lahan fasos-fasum, pemasaran, dan operasional bertahun-tahun sampai proyek selesai terjual, apalagi di kawasan yang belum berkembang
  • Dijual sebagai lahan pertanian mentah, harganya biasanya lebih rendah lagi
  • Begitu terjual, kenaikan nilai lahan di masa depan bukan lagi hak Anda

๐Ÿš๏ธ Sewakan Lahan

Aset tetap milik Anda, tapi hasilnya kecil
  • Sewa lahan kosong umumnya hanya menghasilkan sekitar 5%-an dari nilai tanah per tahun
  • Penyewa tidak punya insentif memaksimalkan nilai lahan, karena bukan miliknya
  • Pendapatan cenderung flat, tidak tumbuh kecuali harga sewa dinegosiasikan ulang

๐Ÿค Kerjasama Agrobisnis

Aset tetap milik Anda, hasilnya tumbuh
  • Lahan, tanaman, dan infrastruktur tetap 100% milik Anda, sama seperti tidak dijual
  • Bagian hasil yang Anda terima justru bertambah dari tahun ke tahun seiring kebun makin matang, bukan flat seperti sewa
  • Kalau dikelola dengan baik, ROI-nya tidak kalah dengan bisnis properti โ€” bedanya, lahan tetap di tangan Anda
  • Tetap ada opsi keluar kapan saja lewat skema exit yang sudah diatur, jadi tidak "terkunci" seperti menjual putus
  • Kebun yang sudah produktif umumnya juga lebih bernilai dibanding lahan kosong, kalau suatu saat Anda tetap ingin menjual atau menjadikannya agunan
Skema Kerjasama

Satu model yang simpel: Anda sediakan lahan dan modal kerja, kami yang mengelola dan menjual.

Anda tidak perlu repot mengurus kebun sehari-hari. Kami menangani penuh dari pembibitan sampai panen, sekaligus bertindak sebagai off-taker yang menjual hasilnya.

๐Ÿž๏ธ Yang Anda Sediakan

  • Lahan
  • Modal kerja (CAPEX & OPEX pembangunan kebun)

๐ŸŒฑ Yang Kami Kerjakan

  • Pengelolaan penuh: pembibitan, penanaman, perawatan, sampai panen
  • Bertindak sebagai off-taker: menjual hasil panen langsung dengan harga pasar riil
  • Bagi hasil dihitung dari keuntungan bersih, mulai berjalan begitu ada penjualan, tanpa menunggu balik modal penuh
  • Fee bulanan kecil untuk operasional rutin tim kebun; kalau tidak ada profit, kami juga tidak dapat bagian

Adil sejak desain: bagian operator mengikuti kinerja, bukan angka tetap.

Kami tidak menetapkan porsi bagi hasil operator secara tetap di depan. Semakin tinggi pencapaian produksi terhadap target, semakin besar porsi yang didapat operator; sebaliknya, di bawah target porsinya mengecil sampai nol. Jadi sejak awal, insentif kami memang selaras dengan hasil panen Anda.

Pencapaian Target ProduksiBagian Operator (dari keuntungan bersih)
Di bawah 50%0%
50% โ€“ <75%25%
75% โ€“ <125%30%
125% โ€“ <150%35%
โš–๏ธ Kalau target produksi tidak tercapai, porsi operator ikut turun sampai nol, jadi bukan pemilik lahan yang menanggung sendirian. Sebaliknya, saat kinerja jauh melampaui target, operator juga mendapat porsi lebih besar sebagai insentif untuk terus mendorong hasil.
๐Ÿค Hasil panen dijual dengan mengacu harga pasar riil (bukan harga tengkulak). Anda tetap bebas menjual sendiri bila mendapat harga yang lebih baik.
Coba Sendiri

Kalkulator Interaktif: sesuaikan luas lahan, skema bagi hasil, dan asumsi harga.

Geser slider untuk melihat proyeksi BEP, IRR, dan arus kas berdasarkan skenario Anda sendiri. Semua angka di kalkulator ini bisa diubah, tidak terpaku pada asumsi di atas. Buka versi layar penuh / cetak PDF โ†—

Input Asumsi
Pembagian Hasil (total 100%)
Dipakai khusus untuk menghitung IRR Pemilik Lahan โ€” berguna bila Investor dan Pemilik Lahan adalah pihak berbeda, sebagai pembanding "lahan ditahan/dijual" vs "lahan dikerjasamakan".
Tanaman (per hektar)
Alpukat
Jumlah
Pohon
Harga
Bibit
Harga
Jual/kg
Jambu Air
Salak Gula Pasir
Tenaga Kerja & Asumsi
Hasil Perhitungan
Titik Impas (BEP) Proyek
BEP Investor
Investasi Awal
Modal Puncak
Total Keuntungan Bersih 25 Th
IRR (total proyek) ยท per tahun
IRR Investor ยท per tahun
IRR Pemilik Lahan ยท per tahun
BEP Pemilik Lahan (vs nilai lahan)
Tier Operator (dari kinerja)
Bagian Pemilik
Bagian Investor
Bagian Operator
Honor Pendampingan
Rincian Asumsi Biaya (read-only, per hektar)
Belanja Modal (CAPEX) / ha
Bibit Alpukat โ—‚ slider
Bibit Jambu Air โ—‚ slider
Bibit Salak โ—‚ slider
Pipa & instalasi pengairanRp 90.000.000
Pengadaan pohon gamal (supervisi teknis)Rp 15.000.000
Upah tanam awalRp 17.000.000
Operasional Awal (OPEX) / ha
Starter PlusRp 31.050.000
DolomitRp 2.300.000
Perawatan tahun pertamaRp 25.000.000
Biaya pengiriman (estimasi)Rp 25.000.000
Biaya Operasional Berulang (per tahun)
Biaya panen, sortir & packing (naik 2,5%/th majemuk)Rp 2.000 / kg
Perawatan variabel (naik 2,5%/th majemuk)Rp 1.500 / kg
Perawatan tetap (naik 5%/th majemuk)Rp 25.000.000 / ha
Biaya operasional lain (naik 5%/th majemuk)Rp 22.000.000 / ha
Tenaga Kerja
Upah dasar (UMK Jabodetabek)Rp 5.690.752 / bln
Uang makanRp 50.000 ร— 25 hari
THR + bonus2 bulan gaji / th
BPJS (kesehatan + TK)14,5% dari gaji
Rekomendasi pekerja1 orang / 60.000 kg/th
Asumsi Budidaya
Hasil puncak per pohon per panenAlpukat 225 ยท Jambu 8 ยท Salak ยฑ2,1 kg
Frekuensi panen / tahunAlpukat 2ร— ยท Jambu 3ร— ยท Salak 3ร—
Kurva produktif (neto susut & mortalitas)bertahap, puncak ยฑTh-20, lalu stabil
Laba Bersih per Tahun (bagian tiap pihak)
ThPemilikInvestorOperator
Visualisasi

Arus Keuntungan Kumulatif

Kumulatif Per tahun Impas

Pembagian Hasil per Tahun

Pemilik Investor Operator

Total Bagian 25 Th

Titik Impas Investor (menanggung 100% modal)

Investor Pemilik
Termin Investasi

Modal tidak harus keluar sekaligus, bisa dicicil bertahap.

Dari total modal ยฑRp700โ€“800 juta/hektar, hanya sebagian yang harus disetor di depan. Sisanya bertahap, dan makin lama makin ringan seiring kebun mulai panen.

1

Termin 0 โ€” Sebelum Tanam (sekali bayar): ยฑRp 465 juta

Bibit alpukat, jambu air & salak (900 batang), instalasi pipa & pengairan, penanaman, serta starter/perawatan awal. Ini wajib disetor di depan karena kebun belum bisa mulai tanpa infrastruktur ini.

2

Tahun 1 โ€” Dicicil Bulanan: ยฑRp 14,8 juta/bulan

Menutupi upah pekerja (ยฑRp9 juta/bulan termasuk BPJS & THR), fee pendampingan (Rp2,5 juta/bulan), serta pupuk & operasional lain. Panen belum menutup biaya sepenuhnya, jadi ini yang perlu dicicil investor.

3

Tahun 2 โ€” Dicicil Bulanan, Lebih Ringan: ยฑRp 5,9 juta/bulan

Biaya operasional naik sedikit, tapi panen mulai signifikan dan menutup sebagian besar biaya sendiri, jadi cicilan yang perlu ditambahkan investor jauh lebih kecil dari tahun 1.

โœ“

Tahun 3 dan Seterusnya โ€” Mandiri, Rp 0/bulan

Hasil panen sudah menutup semua biaya operasional dan mulai profit. Investor tidak perlu setor dana lagi mulai titik ini.

๐Ÿงฎ Total keseluruhan yang perlu disetor sampai kebun mandiri: ยฑRp465 jt + Rp178 jt (Th-1) + Rp70 jt (Th-2) โ‰ˆ Rp712,85 juta โ€” cocok dengan estimasi "Total Modal s/d Mandiri" di atas. Setelah itu, kebun membiayai dirinya sendiri dari hasil panen.
Pertanyaan Umum

FAQ

Apakah lahan saya cocok untuk model ini?

Analisis tanah dilakukan per lokasi. Sistem ini bahkan sudah diuji berhasil di kondisi lahan yang menantang, seperti bekas rawa, gambut, bekas tambak, atau bekas area tambang. Jadi kondisi awal lahan bukan penghalang mutlak, meski tetap perlu dicek dulu.

Apakah angka-angka ini dijamin?

Tidak. Semua angka bersifat proyeksi berdasarkan asumsi pasar dan produktivitas yang wajar, bukan jaminan hasil. Gunakan kalkulator untuk menguji skenario yang lebih konservatif sesuai kenyamanan Anda.

Siapa yang memiliki lahan dan kebun selama kerja sama berjalan?

Sepenuhnya Anda. Lahan, tanaman, dan seluruh infrastruktur yang dibangun tetap menjadi milik Anda, baik selama kerja sama berlangsung maupun setelah berakhir. Kami tidak menyetor modal dan tidak memegang hak apa pun atas aset; kontribusi kami murni keahlian, pengelolaan, dan pemasaran.

Bagaimana saya bisa yakin angka "keuntungan bersih" yang jadi dasar bagi hasil itu benar?

Pembukuan dipegang oleh Anda sendiri sebagai pemilik lahan, bukan oleh kami. Ada pelaporan berkala yang wajib disampaikan, dan Anda punya hak audit independen kapan pun diperlukan, jadi bukan laporan sepihak dari pengelola.

Bagaimana kalau terjadi gagal panen karena bencana, hama meluas, atau force majeure lain?

Kerugian akibat keadaan memaksa (bencana alam, serangan hama skala luas, kerusuhan, dan sejenisnya) tidak dibebankan sepihak ke salah satu pihak. Periode yang terdampak juga dikecualikan dari perhitungan capaian kinerja, supaya bagi hasil tetap adil.

Bisakah kerja sama dihentikan di tengah jalan?

Bisa dari dua arah. Anda sebagai pemilik lahan punya hak mengakhiri kerja sama kalau kinerja kebun berada di bawah ambang minimum selama 3 tahun berturut-turut, tanpa kompensasi tambahan ke operator.

Anda juga bisa exit kapan saja meski kinerja kebun baik, dengan mengganti seluruh biaya yang sudah dikeluarkan operator ditambah kompensasi berdasarkan bagi hasil operator di tahun terakhir:

Exit di TahunKompensasi Tambahan
1 โ€“ 151,5ร— bagi hasil operator tahun terakhir berbuah
15 โ€“ 201ร— (100%) bagi hasil operator tahun terakhir
20 โ€“ 250,75ร— (75%) bagi hasil operator tahun terakhir

Semakin awal exit, semakin besar kompensasinya, karena investasi operator belum sepenuhnya kembali. Ketentuan lengkap diatur dalam perjanjian tertulis yang disepakati sejak awal, jadi bukan keputusan sepihak di kemudian hari.

Ini kedengarannya bagus di atas kertas. Bagaimana saya bisa lihat buktinya?

Kami mengundang calon mitra untuk berkunjung langsung ke kebun binaan yang sedang berjalan (in-progress), bukan hanya melihat presentasi. Anda bisa melihat sendiri kondisi tanaman, sistem budidaya, dan progres di lapangan sebelum memutuskan.

Bukan Sembarang Kerjasama

Ini komitmen jangka panjang. Kami juga memilih mitra, bukan cuma dipilih.

Kerja sama ini berjalan puluhan tahun, jadi kecocokan visi dan integritas jauh lebih penting daripada sekadar siapa yang punya lahan. Karena itu kami tidak menerima sembarang mitra.

๐Ÿค

Visi Jangka Panjang

Cocok untuk pemilik lahan yang berpikir 10โ€“25 tahun ke depan, bukan mencari untung cepat atau ingin lepas tangan sepenuhnya tanpa keterlibatan sama sekali.

๐Ÿ›ก๏ธ

Integritas

Komitmen menjalankan kesepakatan sesuai perjanjian, termasuk soal pembiayaan dan pelaporan, jadi kerja sama bisa berjalan tanpa saling curiga.

๐Ÿ’ฌ

Komunikasi Terbuka

Bersedia berkomunikasi dan menyelesaikan masalah bersama selama kerja sama berjalan, bukan menghilang begitu ada kendala.

Ingin diskusikan untuk lahan Anda?

Setiap lahan punya karakteristik berbeda. Mari bahas skema dan proyeksi yang paling sesuai untuk lahan Anda.

Coba Kalkulator Dulu